Janji ke Rakyat: Fahri Hamzah Mantap Dorong Program 3 Juta Rumah
Komitmen terhadap pemenuhan hak dasar masyarakat kembali ditegaskan oleh politisi senior Fahri Hamzah. Dalam pernyataan terbarunya, Fahri menegaskan dukungan penuhnya terhadap program pembangunan 3 juta rumah untuk rakyat, yang menurutnya bukan sekadar janji, melainkan kebutuhan mendesak bagi masa depan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.
Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal
Menurut Fahri, isu perumahan layak bukan lagi sekadar fasilitas tempat tinggal, tetapi telah menjadi simbol dari keadilan sosial dan kualitas hidup rakyat kecil. Ia menyebut bahwa masih jutaan keluarga di Indonesia hidup dalam kondisi hunian yang tak layak, bahkan di kota-kota besar sekalipun.
“Kalau negara ini mau maju, kita harus mulai dari rumah. Rumah yang layak adalah tempat lahirnya generasi unggul,” ujar Fahri dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Rabu (7/8/2025).
Mendorong Pemerintah Bertindak Nyata
Fahri menilai bahwa program 3 juta rumah harus diiringi dengan aksi konkret dan terukur. Ia mendorong pemerintah agar tidak menjadikan program ini sekadar jargon politik menjelang pemilu, tapi benar-benar menurunkannya ke dalam bentuk anggaran, regulasi yang pro-rakyat, dan eksekusi yang terpantau.
“Jangan cuma janji. Masyarakat sekarang sudah bisa membedakan mana yang kerja, mana yang cuma kampanye,” katanya tegas.
Ia juga menyarankan agar pemerintah menggandeng lebih banyak pihak swasta dan BUMN melalui skema kemitraan publik-swasta (Public Private Partnership) untuk mempercepat realisasi pembangunan rumah subsidi dengan harga terjangkau.
Fokus pada Rakyat Kecil dan Kawasan Terpencil
Dalam pandangan Fahri, pembangunan perumahan jangan hanya terpusat di kawasan strategis atau kota besar. Pemerintah juga diminta memperhatikan daerah-daerah pinggiran dan pelosok, di mana akses terhadap hunian layak masih sangat terbatas.
“Di pelosok masih banyak guru, petani, nelayan, dan buruh yang belum punya rumah sendiri. Kalau negara hadir, mestinya mereka jadi prioritas,” ujarnya.
Program rumah rakyat, tambah Fahri, juga harus sejalan dengan penguatan infrastruktur dasar seperti air bersih, listrik, transportasi, dan akses pendidikan.
Dukungan Publik dan Harapan Rakyat
Seruan Fahri ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah yang selama ini menghadapi tantangan besar dalam memiliki hunian. Banyak yang berharap program ini tidak hanya diwacanakan, tapi benar-benar menjadi kenyataan yang menyentuh rakyat kecil.
“Kalau benar 3 juta rumah bisa terwujud dan dibagikan merata, itu akan jadi sejarah bagi Indonesia,” ujar Ranti, seorang ibu rumah tangga di Bekasi yang sudah 8 tahun menumpang di rumah orang tua.
Fahri Hamzah menunjukkan komitmen politik yang kuat dalam memperjuangkan program 3 juta rumah untuk rakyat. Baginya, ini bukan sekadar janji manis, tapi bagian dari perjuangan menegakkan keadilan sosial dan hak dasar setiap warga negara. Sekarang, bola ada di tangan pemerintah—mampukah janji ini diwujudkan?